Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat Persatuan Perawat Nasional Indonesia, Aprisunadi, turut menyoroti besarnya kebutuhan tenaga keperawatan di berbagai negara yang belum sepenuhnya dapat dipenuhi Indonesia. Menurutnya, Jepang menjadi salah satu negara dengan permintaan tenaga perawat yang tinggi.
Kebutuhan serupa juga terdapat di sejumlah negara Eropa dan Malaysia. Ia menjelaskan, keramahan dan kemampuan beradaptasi dengan kebutuhan pasien menjadi nilai lebih perawat dari Indonesia dalam mendukung kemampuan menjalankan berbagai tugas utama.
Sementara itu, Ketua Divisi Amerika Utara Asosiasi Perusahaan Jasa Tenaga Kerja Indonesia (APJATI), Sapto Priantomo, mengapresiasi upaya Kemendag dalam membuka akses pasar tenaga profesional Indonesia melalui berbagai perundingan perdagangan internasional.
Namun, ia menilai bahwa terbukanya akses pasar perlu diikuti dengan penyederhanaan prosedur administrasi, khususnya pengurusan visa dan izin kerja di negara tujuan. Sapto juga menyoroti pentingnya memperkuat ekosistem penyiapan tenaga kerja agar dapat memenuhi kebutuhan tenaga kerja internasional.
(NIA DEVIYANA)