Inagaki menyampaikan, konsep ini dinilai relevan dengan kebutuhan bisnis modern seperti F&B, lifestyle retail, hingga jasa berbasis pengalaman (experience-based business). Dari perspektif investasi, produk baru punya sejumlah unique selling point.
"Seperti potensi cash flow lebih cepat dibanding produk residensial sewa, segmentasi tenant luas dan tidak bergantung pada satu kategori bisnis, daya tahan aset lebih kuat terhadap fluktuasi siklus pasar, dan peluang capital gain seiring pertumbuhan kawasan Savasa dan Deltamas,” ujar dia.
Pada tahun ini, ujar Inagaki, Savasa melanjutkan pengembangan fasilitas kawasan mulai dari ruang hijau terbuka, lapangan basket di grande park, dan yang akan datang yakni musholla hingga taman tematik empat musim. Pengembangan ini menandai fase kawasan yang semakin mapan, mengingat hal ini merupakan faktor krusial dalam menurunkan risiko investasi properti.
Mengingat lokasinya yang strategis di Cikarang, maka tak heran jika Savasa mencatat tren permintaan hunian yang kian positif. Berdasarkan data internal, harga sewa unit rumah di sini berkisar hingga Rp250 juta per tahun.
“Itu berarti, investor sangat mumpuni untuk meraup passive income sampai Rp250 juta per tahunnya jika berinvestasi pada salah satu hunian di Savasa. Kombinasi antara kawasan yang terus bertumbuh, produk komersial yang tepat sasaran, serta ekosistem pendukung yang kuat menjadi fondasi utama kami dalam membangun kepercayaan investor di Savasa,” ujar Inagaki.