IDXChannel - Faktor transparansi dan akuntabilitas berkelanjutan masih menjadi tantangan industri keuangan nasional dalam menjawab kebutuhan investor global.
Seperti halnya yang tengah ramai diperbincangkan di industri pasar modal terkait usulan Morgan Stanley Capital International (MSCI) untuk menggeser klasifikasi Indonesia ke klaster standalone market, hal senada juga dirasakan oleh PT Indonesia Infrastructure Finance (IIF).
"Sejalan dengan meningkatnya tuntutan investor global terhadap transparansi dan akuntabilitas keberlanjutan tersebut, kami sengaja mengadopsi International Financial Reporting Standards (IFRS) S1 dan IFRS S2, sebagai bentuk penyelarasan pelaporan IIF dengan standar internasional," ujar Presiden Direktur & CEO IIF, Rizki Pribadi Hasan, dalam keterangan resminya, Jumat (23/10/2026).
Dengan telah mengadopsi sistem pelaporan sesuai standar internasional tersebut, menurut Rizki, IIF juga sekaligus meningkatkan keyakinan di kalangan investor dan pemangku kepentingan, terhadap kualitas tata Kelola, serta pengelolaan risiko keberlanjutan dalam operasional Perseroan.
Tak sekadar menyesuaikan standar internasional, IIF juga mendorong transformasi fungsi pelaporan menjadi platform pengambilan keputusan yang lebih cepat, terintegrasi, dan berbasis data. Melalui upaya tersebut, IIF berupaya memaksimalkan pelayanan kepada klien secara lebih efektif, termasuk dalam membantu mengoptimalkan proses evaluasi proyek di internal kinerja operasional klien.