Selain lelang reguler, Kemenkeu menyiapkan dua kali penerbitan SBN ritel untuk investor domestik, yakni instrumen konvensional Saving Bond Ritel (SBR015) dan instrumen syariah Sukuk Tabungan (ST017).
Optimalisasi pembiayaan domestik ini sejalan dengan masih tingginya minat pemodal luar negeri.
Menteri Keuangan Suahasil Nazara menambahkan bahwa instrumen SBN menjadi daya tarik utama yang memicu aliran dana masuk investor asing (capital inflow) hingga menyentuh Rp131,1 triliun secara tahun berjalan (year-to-date) per September 2026.
Tren positif tersebut terus berlanjut hingga pekan pertama Oktober 2026.
"Inflow-nya ini disebabkan utamanya melalui SBN. SBN sudah menjadi lebih atraktif dan kemudian bisa mengundang inflow Rp36,7 triliun, termasuk selama 6 hari di bulan Oktober hampir Rp8 triliun," kata Suahasil.
Secara kumulatif, realisasi pembiayaan utang neto APBN yang bersumber dari SBN dan pinjaman telah mencapai Rp494,3 triliun per 30 September 2026.