AALI
9725
ABBA
190
ABDA
0
ABMM
2390
ACES
800
ACST
170
ACST-R
0
ADES
7700
ADHI
805
ADMF
8100
ADMG
176
ADRO
2960
AGAR
324
AGII
2100
AGRO
770
AGRO-R
0
AGRS
122
AHAP
56
AIMS
250
AIMS-W
0
AISA
151
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1535
AKRA
1070
AKSI
290
ALDO
860
ALKA
294
ALMI
292
ALTO
214
Market Watch
Last updated : 2022/06/27 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
539.46
-0.84%
-4.57
IHSG
7016.06
-0.38%
-26.88
LQ45
1010.74
-0.81%
-8.25
HSI
22180.30
2.12%
+461.24
N225
26871.27
1.43%
+379.30
NYSE
14811.55
2.84%
+409.43
Kurs
HKD/IDR 1,884
USD/IDR 14,800
Emas
873,287 / gram

Kenaikan Tarif Listrik Disinyalir Tak Berdampak pada UMKM dan Bisnis Retail

ECONOMICS
Viola Triamanda/MPI
Minggu, 22 Mei 2022 17:00 WIB
Kebijakan ini dinilai dapat mempersempit kesenjangan biaya pokok produksi tenaga listrik dan rata-rata tarif listrik.
Kenaikan Tarif Listrik Disinyalir Tak Berdampak pada UMKM dan Bisnis Retail
Kenaikan Tarif Listrik Disinyalir Tak Berdampak pada UMKM dan Bisnis Retail

IDXChannel - Ahli transisi energi dan Direktur Eksekutif Institute for Essential Services Reform (IESR),  Fabby Tumiwa mendukung kebijakan pemerintah menaikkan tarif listrik. Kebijakan ini dinilai dapat mempersempit kesenjangan biaya pokok produksi tenaga listrik dan rata-rata tarif listrik.

"Menurut hitungan konservatif saya harga energi rata-rata biaya produksi tenaga listrik itu mencapai 1.600 rupiah/kwh dan rata-rata tarif hanya 1.100 rupiah jadi estimasi saya ada sekitar selisih 500-600 rupiah per kwh" jelasnya kepada MPI, Minggu (22/5/2022).

Menurutnya kebijakan ini tidak berdampak besar terhadap UMKM dan perusahaan ritel yang rata-rata menjadi pelanggan listrik 3000 VA.

"Kalau ke ritel diatas 3000 VA ya berpengaruh,ya berpengaruh tapi kan juga belum tau kenaikannya berapa. Dan kalau UMKM industri kecil itu kan listriknya juga disubsidi, jadi tidak berpengaruh" ucapnya.

Ia menambahkan kenaikan ini tidak berpengaruh besar terhadap bisnis ritel mengingat biaya listrik hanya kisaran dibawah 10% dari total biaya bisnis keseluruhan.

Seperti yang diketahui sebelumnya Menteri Keungan (Menkeu) Sri Mulyani mengumumkan adanya kenaikan tarif listrik bagi pelanggan 3000 VA. Kebijakan ini bertujuan untuk menjaga daya beli masyarakat yang rentan akibat naiknya harga komoditas pada tahun ini.

(NDA)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD