Melalui pengembangan dan komersialisasi SOMYA, PART membuka peluang terbentuknya sumber pendapatan tambahan dari segmen non-otomotif. Kontribusi produk tersebut terhadap kinerja Perseroan akan bergantung pada realisasi penjualan, perolehan kontrak, kesiapan kapasitas produksi, dan keberhasilan pengembangan pasar.
Kolaborasi PT Enviro Mas dan PART melalui SOMYA diharapkan dapat memperluas pemanfaatan kemampuan industri dalam negeri untuk menjawab kebutuhan pengelolaan sampah. Pengembangan ini sekaligus mendukung arah pertumbuhan Perseroan melalui produk manufaktur yang relevan dengan kebutuhan lingkungandan industri.
Untuk mendukung pengembangan usaha dan pengelolaan permodalan, PART berencana menyelenggarakan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada minggu pertama Desember 2026 guna meminta persetujuan pemegang saham atas rencana Penambahan Modal dengan Memberikan Hak MemesanEfek Terlebih Dahulu (PMHMETD) atau Right Issue dengan nilai sebanyak-banyaknya Rp200 miliar serta pembelian kembali saham Perseroan (buyback) sebanyak-banyaknya 10 persen dari modal ditempatkan dan disetor penuh Perseroan pada tanggal RUPSLB, dengan anggaran maksimal Rp10 miliar.
Dana hasil Right Issue, setelah dikurangi biaya emisi, direncanakan terutama untuk memperkuat modal kerja, termasuk pembelian bahan baku, peningkatan aktivitas produksi, serta kebutuhan operasional dan pengembangan usaha.
Pelaksanaan Right Issue ditargetkan pada kuartal I 2027, setelah memperoleh persetujuan pemegang saham dan pernyataan efektif dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK), sedangkan buyback direncanakan secara bertahap paling lama 12 bulan setelah memperoleh persetujuan RUPSLB.
Pelaksanaan kedua aksi korporasi tersebut akan memperhatikan kondisi pasar, kesiapan dan kebutuhan Perseroan, ketersediaan dana, serta ketentuan yang berlaku.
(NIA DEVIYANA)