AALI
8300
ABBA
226
ABDA
7050
ABMM
840
ACES
1370
ACST
240
ACST-R
0
ADES
1970
ADHI
970
ADMF
8175
ADMG
166
ADRO
1310
AGAR
380
AGII
1095
AGRO
1095
AGRO-R
0
AGRS
426
AHAP
66
AIMS
352
AIMS-W
0
AISA
228
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
595
AKRA
3230
AKSI
480
ALDO
925
ALKA
246
ALMI
250
ALTO
380
Market Watch
Last updated : 2021/06/15 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
478.24
-0.14%
-0.66
IHSG
6089.04
0.14%
+8.65
LQ45
895.20
-0.08%
-0.70
HSI
28638.53
-0.71%
-203.60
N225
29441.30
0.96%
+279.50
NYSE
16662.42
-0.2%
-32.51
Kurs
HKD/IDR 1,830
USD/IDR 14,220
Emas
853,049 / gram

Menkeu, KSSK hingga DPR Setuju Pembentukan Holding Ultra Mikro

ECONOMICS
Suparjo Ramalan/Sindonews
Selasa, 20 April 2021 05:06 WIB
Sejumlah lembaga negara telah memberikan rekomendasi atas pembentukan holding ultra mikro yang digagas Kementerian BUMN.
Menkeu, KSSK hingga DPR Setuju Pembentukan Holding Ultra Mikro (FOTO: MNC Media)

IDXChannel - Sejumlah lembaga negara telah memberikan rekomendasi atas pendirian ekosistem yang mengintegrasikan PT Bank Mandiri (Persero), PT Pegadaian (Persero), dan PT Permodalan Nasional Madani (Persero) atau PNM. 

Adapun lembaga negara yang sudah merekomendasikan terbentuknya Holding Ultra Mikro adalah Tim Privatisasi yang diketuai oleh Sri Mulyani Indrawati yang juga menjabat sebagai Menteri Keuangan (Menkeu). Selanjutnya, rekomendasi Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) hingga Komisi VI DPR

"Proses sampai saat ini kita sudah mendapatkan rekomendasi dari Tim Privatisasi, dimana, di dalam sudah ada Menko Perekonomian, Kemenkeu sebagai Ketua. Kami juga sudah mendapatkan rekomendasi dari KSSK, kemudian kita dapat rekomendasi dari Komisi VI DPR," ujar EVP Keuangan dan Operasional PNM, Sunar Basuki, Selasa (20/4/2021). 

Dalam prosesnya, manajemen ketiga perseroan sudah melakukan konsultasi dengan stakeholder terkait misalnya dengan Bank Indonesia (BI), Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), Komisi VI dan Komisi IX DPR.

Meski demikian, Sunar mengakui tidak mengetahui secara pasti kapan holding akan diresmikan dan disosialisasikan oleh Kementerian BUMN dan manajemen ketiga perusahaan yang terlibat. 
"Memang prosesnya panjang. Kalau secara spesifik ini lagi di proses, selesainya kapan? Sebenarnya saya sendiri gak bisa jawab, karena ini tergantung dari pihak-pihak," kata dia.
 
Manajemen PMN sendiri meyakini Holding Ultra Mikro dapat meningkatkan integrasi pelaku UMKM di Indonesia. Hal ini akan berdampak signifikan terhadap upaya pelaku UMKM meningkatkan daya saing dan merambah pasar internasional. 

Melalui keberadaan holding, ekosistem UMKM akan terbentuk dan ini akan membawa dampak berantai terhadap seluruh pelaku usaha mikro.  Alasannya, keberadaan ekosistem membuat setiap pelaku UMKM bisa saling mendukung dan berkolaborasi untuk meningkatkan produksi dan penjualan barang dan jasa masing-masing. (RAMA)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD