IDXChannel - Kementerian Lingkungan Hidup (KLH)/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (BPLH) meminta pelaku usaha memperkuat inventarisasi emisi untuk mengoptimalkan peluang ekonomi karbon di sektor kelapa sawit. Pengelolaan data emisi yang akurat dinilai penting untuk mendukung keputusan investasi, meningkatkan efisiensi operasional, dan mendorong praktik industri rendah karbon.
Deputi Bidang Pengendalian Iklim dan Tata Kelola Nilai Ekonomi Karbon KLH/BPLH, Ary Sudijanto mengatakan, pengembangan nilai ekonomi karbon membutuhkan keterpaduan pengelolaan dari hulu hingga hilir, mulai dari kegiatan budidaya, pengolahan, pengelolaan limbah, hingga pemanfaatan produk dan hasil samping.
“Transformasi industri sawit menuju praktik rendah karbon membutuhkan keterhubungan antara data, keputusan investasi, dan kegiatan operasional. Karena itu, penghitungan dan inventarisasi emisi perlu ditempatkan sebagai bagian dari pengelolaan perusahaan,” ujar Ary dalam Carbon Conference & Training bertajuk "Greenhouse Gas Inventory Accounting in Oil Palm Plantations" di Jakarta, Kamis (22/10/2026).
Menurut Ary, inventarisasi emisi tidak cukup sekadar menjadi kegiatan pencatatan, tetapi harus menjadi dasar pengambilan keputusan perusahaan. Pelaku usaha perlu memperkuat pencatatan data, menggunakan metode penghitungan yang sesuai, serta menyiapkan dokumentasi yang dapat ditelusuri, mulai dari sumber data hingga pihak yang bertanggung jawab.
Dia menambahkan, dukungan pimpinan perusahaan dan keterlibatan berbagai unit, seperti pengelola kebun, pabrik, energi, pengadaan, keuangan, dan tim keberlanjutan, diperlukan agar perusahaan dapat mengidentifikasi sumber emisi, menentukan prioritas perbaikan, melaksanakan mitigasi, serta mengevaluasi hasilnya.