Salah satu langkah penstabilan adalah melakukan mobilisasi stok cabai dari daerah yang berlebih karena sedang panen dan ditujukan ke daerah dengan harga cabai yang sedang berfluktuasi. Keterhubungan kebutuhan seperti ini yang terus pemerintah bangun secara integral.
"Papua, Papua Selatan, Maluku Utara, Kalimantan Utara, Papua Tengah, Kalimantan Barat dan Kalimantan Tengah, termasuk Maluku, kemudian Kepulauan Riau, Gorontalo, Papua Barat, Sulawesi Tenggara, itu masih di atas HAP. Tentu ini adalah potensi-potensi yang bisa kita dorong panen-panen cabai merah keriting ke wilayah-wilayah tersebut," kata Ketut.
Sementara untuk Cabai Rawit Merah (CRM) memang terdapat deklinasi produktivitas akibat anomali cuaca dan serangan hama/penyakit. Namun berpotensi ada penurunan harga karena adanya peningkatan produksi secara gradual.
"Dengan kondisi sekarang, mudah-mudahan dengan informasi dari teman-teman champion yang terus berproduksi, mudah-mudahan ke depan, harga sudah mulai agak relatif menurun sedikit," ujar Ketut.
Deputi Bapanas Ketut turut memastikan kondisi pasokan hortikultura di Pasar Induk Keramat Jati (PIKJ). Ia optimistis penurunan harga dapat mulai terjadi di bulan Juni ini.