Sebaliknya, laba industri manufaktur anggur, minuman, dan teh olahan menjadi yang berkinerja terburuk dengan penurunan keuntungan sebesar 34,7 persen.
Data laba industri China mencakup perusahaan dengan pendapatan tahunan minimal 20 juta yuan (Rp53 miliar) dari operasi utama. (Wahyu Dwi Anggoro)