IDXChannel - Prancis bersiap menghadapi aksi jual besar-besaran obligasi pemerintah setelah negara itu dilanda gelombang protes dan kerusuhan.
Dilansir dari The Telegraph, imbal hasil atau yield obligasi di Prancis diperkirakan naik pada Senin (19/0/2026) sebagai respons terhadap kerusuhan yang terjadi akhir pekan lalu.
Biaya pinjaman yang lebih tinggi akan menambah tekanan pada keuangan negara. Imbal hasil obligasi pemerintah Prancis mencapai rekor tertinggi dalam 24 tahun awal bulan ini.
Analis Capital Economics Andrew Kenningham memproyeksikan imbal hasil obligasi pemerintah Prancis dapat melonjak hingga 0,1 poin persentase pada Senin, mengereknya ke level tertinggi baru.
"Kerusuhan ini menggarisbawahi betapa sulitnya menerapkan reformasi apa pun di Prancis. Sentimen bahwa Prancis tidak dapat diatur," katanya.