sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Purbaya Sebut Kontraksi Ekonomi Imbas Erupsi Anak Krakatau Belum Terlihat

Economics editor Rohman Wibowo
08/09/2026 06:55 WIB
Purbaya belum melihat adanya kontraksi ekonomi yang signifikan akibat erupsi dan sebaran abu vulkanis Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda.
Purbaya Sebut Kontraksi Ekonomi Imbas Erupsi Anak Krakatau Belum Terlihat (FOTO:iNews Media Group)
Purbaya Sebut Kontraksi Ekonomi Imbas Erupsi Anak Krakatau Belum Terlihat (FOTO:iNews Media Group)

IDXChannel - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan belum melihat adanya kontraksi ekonomi yang signifikan akibat erupsi dan sebaran abu vulkanis Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda. 

Kendati belum berencana menggelontorkan paket stimulus ekonomi khusus, Kementerian Keuangan memastikan kesiapan fiskal untuk segera mencairkan anggaran darurat penanggulangan bencana yang diajukan oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

Meski demikian, Pemerintah terus memantau dinamika aktivitas vulkanik serta dampaknya terhadap kelancaran arus logistik dan aktivitas perdagangan di wilayah sekitar Banten dan Lampung. 

Berdasarkan taksiran awal, gangguan operasional yang berlangsung dalam rentang harian tersebut diperkirakan tidak menimbulkan guncangan makroekonomi sebesar bencana yang pernah melanda sejumlah wilayah lain.

"Kalau hanya beberapa hari bencananya dan debu tidak terlalu tebal, dampaknya belum terlalu signifikan terhadap ekonomi. Harusnya tidak sebesar dampak bencana di Sumatera Utara, Aceh, Sumatera Barat, atau NTT kemarin, tetapi kita tetap melihat perkembangannya ke depan," ujar Purbaya di Istana Negara, Jakarta, Senin (7/9/2026).

Sebagai mitigasi kedaruratan bencana alam, Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) secara reguler mengalokasikan pos Dana Cadangan Bencana dan Dana Siap Pakai (DSP) yang dikelola langsung oleh BNPB serta didukung skema Pooling Fund Bencana (PFB). 

Instrumen pendanaan darurat ini disiapkan untuk menjamin ketersediaan logistik penyelamatan, santunan warga terdampak, hingga pembersihan sarana publik secara cepat.

Terkait intervensi pemulihan sektor usaha, Kemenkeu menyatakan belum menyiapkan insentif fiskal lanjutan bagi pelaku industri penerbangan maupun penyeberangan yang sempat terganggu. 

Namun, bendahara negara menegaskan komitmen penuh untuk memfasilitasi kebutuhan likuiditas BNPB sepanjang didasarkan pada kalkulasi riil di lapangan.

"Belum ada stimulus ekonomi, tapi kalau BNPB meminta anggaran penanganan bencana tentu akan kita berikan dan tidak usah ragu-ragu, asalkan hitungan anggarannya masuk akal dan clear," kata Purbaya.

(kunthi fahmar sandy)

Halaman : 1 2
Advertisement
Advertisement