Ia menjelaskan percepatan tanam diarahkan untuk mengoptimalkan lahan cetak sawah rakyat, yang sebagian konstruksinya telah selesai melalui operasionalisasi Brigadir Pangan.
Pelaksanaan kegiatan tersebut, lanjut dia, perlu menyesuaikan karakteristik wilayah karena kondisi lahan di setiap daerah berbeda, terutama dari sisi bentang alam dan agroekosistem.
"Penyesuaian terkait dengan alsintan yang digunakan ini juga akan dilakukan tentu saja dengan melihat kondisi agroekosistem yang ada," katanya.
"Selain mempercepat penanaman, gerakan tersebut diharapkan dapat mengatur distribusi waktu panen agar produksi padi tersedia lebih merata sepanjang tahun," kata dia.
(Nur Ichsan Yuniarto)