Meski begitu, Anggia menekankan program kemandirian energi bakal selalu digencarkan karena telah menjadi peinsip pemerintah dalam mengedepankan pemanfaatan sumber daya dalam negeri, termasuk dalam memproduksinya.
"Tidak melepaskan bahwa kami harus mengedepankan kemandirian energi kami dalam hal komitmen Pak Menteri (Bahlil Lahadalia) untuk setop impor solar dan lain-lain tetap jalan, ini (pembelian migas dari AS) adalah satu hal yang berbeda," tuturnya.
Adapun, Indonesia dipastikan bakal membeli migas dari negeri Paman Sam senilai USD15 miliar atau setara Rp253,32 triliun per tahun.
Kesepakatan ini menjadi salah satu bagian dalam kesepakatan dagang terkait tarif resiprokal yang diteken pemerintah Indonesia dan AS pada Kamis (19/2/2026) pagi waktu Washington DC, AS.
(NIA DEVIYANA)