Di sektor energi dan teknologi, Indonesia mendorong perluasan investasi Jerman pada pengembangan energi terbarukan, infrastruktur kelistrikan, ekosistem kendaraan listrik dan baterai, industri semikonduktor, hingga pembiayaan berkelanjutan. Jerman, bersama Jepang sebagai co-lead International Partners Group dalam skema Just Energy Transition Partnership (JETP), memegang peran penting dalam mengakselerasi pembiayaan transisi energi bersih di Indonesia.
Selain itu, kedua negara menyimpan potensi besar dalam penguatan pendidikan vokasi dan pelatihan keterampilan. Sinergi ini sekaligus membuka jalur bagi tenaga kerja terampil Indonesia untuk berpartisipasi di pasar kerja Jerman.
Untuk memperluas akses pasar dan volume perdagangan bilateral yang telah mencapai USD6,11 miliar tersebut, Menko Airlangga menggarisbawahi krusialnya penyelesaian perjanjian Indonesia–European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (IEU-CEPA).
Pemerintah menargetkan penandatanganan kesepakatan IEU-CEPA dapat rampung pada tahun ini, sehingga proses ratifikasi segera berjalan dan dapat diimplementasikan penuh pada awal tahun depan.
“CEPA menciptakan akses pasar, serta perdagangan, dan keterlibatan bisnis yang lebih kuat antara Indonesia dan Uni Eropa. Tentu kita berharap ini juga dapat dimanfaatkan oleh pelaku usaha Jerman maupun investasi (dari) Jerman,” pungkas Airlangga.