Sebelum dioperasikan di jalan raya, sistem hidrogen pada bus telah melalui serangkaian pengujian oleh PT SUCOFINDO (Persero). Direktur Utama PT SUCOFINDO Sandry Pasambuna mengatakan pengujian dilakukan untuk memastikan aspek keselamatan, keandalan, dan kesesuaian teknis teknologi hidrogen.
"Sebagai perusahaan Testing, Inspection, Certification and Consultation (TICC), SUCOFINDO berperan sebagai pihak independen yang memastikan implementasi teknologi H2 DDF pada Bus DAMRI memenuhi aspek keselamatan, keandalan, dan kesesuaian teknis," kata Sandry.
Hasil pengujian menunjukkan penggunaan teknologi H2 DDF mampu menurunkan emisi opasitas hingga 57,66 persen. Selain itu, emisi karbon monoksida berkurang 45,45 persen, karbon dioksida turun 39,37 persen, dan nitrogen oksida berkurang 21,16 persen dibandingkan bus diesel konvensional.
Pemerintah berharap uji coba di jalan raya dapat menjadi pijakan untuk memperluas pemanfaatan hidrogen di sektor transportasi. Selain mengurangi konsumsi bahan bakar minyak, teknologi diesel dual fuel dinilai lebih ekonomis karena memungkinkan armada bus yang sudah ada dimodifikasi menjadi lebih ramah lingkungan tanpa harus diganti dengan kendaraan baru.
(Febrina Ratna Iskana)