sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Singapura Pertimbangkan Energi Nuklir usai Indonesia Pangkas Ekspor Gas

Economics editor Rahmat Fiansyah
25/10/2026 19:15 WIB
Singapura mulai mengkaji potensi pemanfaatan energi nuklir untuk menjaga ketahanan energi nasional usai Indonesia memangkas ekspor gas.
Singapura mulai mengkaji energi nuklir untuk menjaga ketahanan energi nasional usai Indonesia memangkas ekspor gas. (Foto: iNews Media Group)
Singapura mulai mengkaji energi nuklir untuk menjaga ketahanan energi nasional usai Indonesia memangkas ekspor gas. (Foto: iNews Media Group)

IDXChannel - Pemerintah Singapura mulai mengkaji potensi pemanfaatan energi nuklir untuk menjaga ketahanan energi nasional setelah Indonesia memangkas ekspor gas ke negara tersebut. Langkah ini menjadi bagian dari upaya Singapura mengurangi ketergantungan pada pasokan gas dari negara lain dan mencari sumber energi yang mampu memasok listrik secara andal.

Perdana Menteri (PM) Singapura, Lawrence Wong mengatakan, pasokan gas dari Indonesia yang tercakup dalam kontrak komersial harus dipatuhi semua pihak. Dia menegaskan, importir gas Singapura akan mengambil langkah yang diperlukan untuk melindungi hak dan kepentingannya sesuai dengan kontrak tersebut.

“Pasokan gas tercakup dalam kontrak komersial. Kami berharap semua pihak memenuhi komitmennya, dan importir gas Singapura akan mengambil langkah yang diperlukan untuk melindungi hak serta kepentingannya berdasarkan kontrak ini,” ujar Wong dikutip dari CNA, Minggu (25/10/2026).

Indonesia mulai mengurangi ekspor gas alam ke Singapura pada Sabtu (24/10/2026). Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) menyatakan, pengurangan tersebut dilakukan untuk mengalihkan lebih banyak pasokan bagi kebutuhan listrik dalam negeri. Otoritas Pasar Energi Singapura menyebut pemangkasan sebesar 31 juta kaki kubik standar per hari itu setara kurang dari 2 persen total kebutuhan gas harian negara tersebut.

Sekitar 95 persen listrik Singapura dihasilkan dari gas alam. Selama ini, negara tersebut mengimpor sebagian besar kebutuhan gas melalui jaringan pipa dari Indonesia. Untuk mengantisipasi risiko gangguan pasokan, Singapura telah berinvestasi dalam terminal gas alam cair (liquefied natural gas/LNG) yang memungkinkan impor dari berbagai negara tanpa bergantung pada jaringan pipa.

Halaman : 1 2
Advertisement
Advertisement