AALI
8425
ABBA
540
ABDA
0
ABMM
1250
ACES
1310
ACST
246
ACST-R
0
ADES
2720
ADHI
885
ADMF
7675
ADMG
218
ADRO
1400
AGAR
368
AGII
1395
AGRO
2300
AGRO-R
0
AGRS
246
AHAP
68
AIMS
342
AIMS-W
0
AISA
204
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
590
AKRA
3990
AKSI
422
ALDO
715
ALKA
292
ALMI
238
ALTO
320
Market Watch
Last updated : 2021/09/22 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
458.78
1.26%
+5.72
IHSG
6108.27
0.78%
+47.51
LQ45
862.18
1.23%
+10.45
HSI
24221.54
0.51%
+122.40
N225
29639.40
-0.67%
-200.31
NYSE
16184.50
0.1%
+16.33
Kurs
HKD/IDR 1,827
USD/IDR 14,240
Emas
814,120 / gram

Soal Anggaran Alpalhankam Rp1.760 T, Ini Jawaban Prabowo

ECONOMICS
Riezky Maulana
Minggu, 13 Juni 2021 14:36 WIB
Menteri Pertahanan Prabowo Subianto menjelaskan bahwa rencana pengajuan anggaran belanja pembelian sejumlah Rp1.760 triliun belum final.
Soal Anggaran Alpalhankam Rp1.760 T, Ini Jawaban Prabowo. (Foto: MNC Media)

IDXChannel - Menteri Pertahanan (Menhan) Prabowo Subianto menjelaskan bahwa rencana pengajuan anggaran belanja pembelian Alat Peralatan Pertahanan dan Keamanan (Alpalhankam) sejumlah Rp1.760 triliun belum final. Belakangan, jumlah tersebut membuat heboh masyarakat.

"Ada yang mengatakan 'oh Prabowo ingin bikin anggaran 1.700 Triliun'. Itupun belum disetujui ya, masih digodok," tutur Prabowo dalam tayangkan Podcast Deddy Corbuzier yang diunggah, Minggu (13/6/2021).

Dia menjelaskan, dalam sebuah proses bernegara, untuk melakukan segala sesuatu itu tidaklah mudah. Apalagi untuk mengajukan sebuah anggaran, semua harus direncakan dengan matang, menyesuaikan sistem prosedur dan tata kelola yang berlaku.

"Menteri itu pihak yang teknis. Saya diwajibkan menyusun rencana pertahanan, nah anggarannya berapa saya ajukan, presiden setuju atau enggak. Tapi presiden minta saran ke Menteri Keuangan, bagaimana menteri Bapennas. Nanti ditanya juga ke menteri-menteri lain," ungkapnya.

Seperti diketahui, draf Rancangan Perpres tentang Pemenuhan Kebutuhan Alat Peralatan Pertahanan dan Keamanan (Alpalhankam) Kementerian Pertahanan (Kemhan) dan Tentara Nasional Indonesia (TNI) Tahun 2020-2024 untuk jangka waktu 5 Renstra atau 25 tahun yang mencapai USD124 miliar atau setara dengan Rp1.760 triliun dengan pinjaman dari luar negeri menjadi polemik setelah terkuak di publik. (TYO)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD