IDXChannel - Penutupan Selat Hormuz buntut tensi dan eskalasi serta dampak perang di Timur Tengah diproyeksikan bisa memicu defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) mencapai Rp149,6 triliun.
Seperti diketahui, asumsi makro APBN 2026 harga minyak dipatok USD70 per barel. Sehingga, kenaikan USD1 per barel minyak akan menaikkan defisit sebesar Rp6,8 triliun.
Jika harga minyak saat ini berada di angka USD92 per barel, maka APBN diproyeksikan terkuras Rp149,6 triliun.
"Kenaikan harga minyak pada angka mendekati USD100 per barel ini bisa mendongkrak defisit APBN terhadap PDB mendekati 4 persen, melampaui angka 3 persen yang dipatok oleh UU No. 17/2003 tentang Keuangan Negara," ujar Ekonom Indef Hakam Naja dalam keterangan tertulis yang diterima IDXChannel, Senin (9/3/2026).