sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

45 Persen Kebutuhan Material Impor, Industri Galangan Kapal Tertekan Pelemahan Rupiah

Economics editor Iqbal Dwi Purnama
08/06/2026 22:45 WIB
Kenaikan terjadi pada berbagai material utama produksi.
45 Persen Kebutuhan Material Impor, Industri Galangan Kapal Tertekan Pelemahan Rupiah. Foto: iNews Media Group.
45 Persen Kebutuhan Material Impor, Industri Galangan Kapal Tertekan Pelemahan Rupiah. Foto: iNews Media Group.

IDXChannel - Pelemahan nilai tukar rupiah yang saat ini terjadi membawa tekanan terhadap industri galangan kapal. Kondisi tersebut paling terasa saat kenaikan harga solar hingga 89 persen yang membuat beban operasional semakin meningkat. 

Ketua Umum Institusi Galangan Kapal dan Sarana Lepas Pantai Indonesia (Iperindo) Anita Puji Utami mengatakan, eskalasi konflik Iran dan Amerika Serikat (AS) serta dampaknya terhadap penutupan Selat Hormuz, telah memicu kenaikan harga berbagai komoditas dan material yang dibutuhkan industri galangan kapal.

"Dampak tersebut dirasakan langsung oleh pelaku usaha yang masih bergantung pada pasokan bahan baku dari luar negeri," ujarnya dalam keterangan resmi, Senin (8/6/2026).

Data yang dihimpun Iperindo menunjukkan bahwa harga Solar B40 mengalami kenaikan hingga 89,19 persen. Selain itu, harga LPG 12 kilogram meningkat 16,16 persen, dan LPG 50 kilogram naik 26,51 persen dibandingkan periode sebelumnya.

Kenaikan juga terjadi pada berbagai material utama produksi. Harga plat baja sebagai bahan pokok pembangunan kapal tercatat naik antara 7 hingga 12,60 persen. Sementara harga cat kapal mengalami kenaikan sekitar 21 persen yang turut menambah beban biaya operasional galangan.

Halaman : 1 2 3
Advertisement
Advertisement