IDXChannel – Pasar saham Indonesia dinilai mulai memasuki fase baru. Setelah berbulan-bulan dibayangi ketidakpastian kebijakan, tekanan nilai tukar, hingga kekhawatiran keluarnya Indonesia dari indeks MSCI Emerging Markets, fokus investor kini bergeser ke fundamental ekonomi yang sesungguhnya.
Dalam riset bertajuk Repricing the Reality, Not the Panic yang terbit pada Senin (20/7/2026), analis Mirae Asset Sekuritas Rully Arya Wisnubroto dan Wilbert Arifin menilai pasar kini tengah menyesuaikan ekspektasi terhadap realitas ekonomi, bukan lagi bereaksi atas kepanikan.
Sejalan dengan perubahan tersebut, Mirae Asset memangkas target Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) akhir 2026 menjadi 6.800.
Proyeksi itu mencerminkan valuasi price to earnings ratio (P/E) sebesar 10,1 kali atau sekitar 1,7 standar deviasi di bawah rata-rata lima tahun, dengan potensi kenaikan sekitar 10,1 persen dari level saat ini.
Menurut Mirae, perubahan proyeksi didorong oleh lingkungan suku bunga yang diperkirakan bertahan tinggi lebih lama atau higher for longer.