sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Ketika Kepanikan Pasar Surut, Fundamental Kembali Jadi Acuan

Market news editor TIM RISET IDX CHANNEL
21/07/2026 06:32 WIB
Setelah berbulan-bulan dibayangi ketidakpastian kebijakan hingga tekanan nilai tukar, fokus investor kini bergeser ke fundamental ekonomi yang sesungguhnya.
Ketika Kepanikan Pasar Surut, Fundamental Kembali Jadi Acuan. (Foto: MNC Media)
Ketika Kepanikan Pasar Surut, Fundamental Kembali Jadi Acuan. (Foto: MNC Media)

Bank Indonesia (BI) diproyeksikan masih menaikkan suku bunga acuan satu kali lagi hingga mencapai 6 persen guna menjaga stabilitas rupiah, setelah sebelumnya telah menaikkan suku bunga sebesar 100 basis poin sepanjang Mei dan Juni.

Kenaikan suku bunga tersebut telah mendorong imbal hasil Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) melonjak sekitar 270 basis poin sejak Februari.

Sementara itu, kenaikan yield Surat Berharga Negara (SBN) tenor 10 tahun masih relatif terbatas, sekitar 80 basis poin, karena ditopang pembelian obligasi oleh BI yang mencapai hampir Rp400 triliun sepanjang semester I-2026.

Namun, ketika intensitas pembelian mulai dinormalisasi, Mirae memperkirakan yield SBN tenor 10 tahun bergerak menuju 7,5 persen.

Kondisi tersebut, ditambah proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia yang dipangkas menjadi 4,8 persen pada 2026, membuat Mirae mengambil sikap yang lebih defensif terhadap pasar saham.

Halaman : 1 2 3 4 5
Advertisement
Advertisement