Meski demikian, Mirae melihat sejumlah sentimen negatif yang selama ini membebani pasar mulai mereda.
Risiko reklasifikasi Indonesia ke indeks frontier markets oleh MSCI belum terjadi setelah lembaga tersebut mempertahankan Indonesia di indeks Emerging Markets dan menunda evaluasi hingga November 2026.
Di sisi lain, S&P mempertahankan outlook stabil Indonesia, defisit fiskal semester I-2026 tetap terjaga di level 0,76 persen terhadap PDB, belanja program prioritas mulai dirasionalisasi, serta implementasi kebijakan Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI) dinilai tidak seluas yang sebelumnya dikhawatirkan.
Valuasi pasar pun dinilai sudah mencerminkan skenario yang terlalu pesimistis. Pada level P/E sekitar 9,2 kali, IHSG menjadi salah satu pasar saham termurah di antara negara berkembang (EM).
“Pasar telah mencerminkan skenario yang lebih buruk daripada yang didukung oleh data,” tulis analis Mirae.