Mirae menilai arus keluar dana asing belakangan lebih banyak dipengaruhi penyesuaian indeks secara pasif dibandingkan aksi jual aktif investor.
Mirae memperkirakan pemulihan IHSG berlangsung secara bertahap, didukung meningkatnya kepastian kebijakan fiskal, stabilisasi rupiah pada paruh kedua 2026, serta potensi kembalinya minat investor asing setelah peninjauan MSCI pada November mendatang.
Dalam skenario optimistis, IHSG berpotensi mencapai 7.800 apabila pertumbuhan ekonomi lebih kuat, rupiah menguat mendekati Rp16.800 per USD, serta ketidakpastian terkait MSCI berakhir.
Sebaliknya, dalam skenario pesimistis, IHSG dapat turun ke level 5.500 jika pertumbuhan ekonomi kembali melemah, rupiah terdepresiasi hingga Rp20.000 per USD, dan risiko reklasifikasi ke indeks frontier MSCI kembali meningkat.
Untuk menghadapi kondisi tersebut, Mirae merekomendasikan delapan saham pilihan, yakni PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS), PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO), PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM).