IDXChannel - Nilai tukar rupiah ditutup menguat pada perdagangan Jumat (4/9/2026). Melansir Bloomberg, mata uang Garuda ditutup naik 37 poin atu 0,21 persen ke level Rp17.642 per USD.
Pengamat Pasar Uang dan Komoditas Ibrahim Assuaibi menilai rupiah berhasil menguat di tengah memanasnya eskalasi terbaru antara militer AS dan Iran setelah serangan Washington terhadap target-target Teheran awal pekan ini, termasuk aset-aset militer di dekat Selat Hormuz.
Kemudian, Iran membalas dengan serangan rudal dan pesawat nirawak (drone) terhadap posisi-posisi AS dan sekutunya di kawasan Teluk, termasuk di Kuwait, Bahrain, dan Yordania.
“Selat Hormuz tetap menjadi fokus utama para pelaku pasar. Iran telah memperluas pembatasan pelayaran internasional di jalur perairan tersebut, sehingga memicu kekhawatiran bahwa gangguan dapat terus berlanjut dan memperketat pasokan di pasar minyak global. Konflik ini juga menimbulkan kekhawatiran mengenai jatuhnya korban sipil. Sebuah serangan AS dilaporkan menghantam lokasi pesta pernikahan di Iran bagian selatan yang menewaskan warga sipil, sehingga memicu kecaman dari Teheran atas serangan tersebut,” tulis Ibrahim dalam risetnya.
Wakil Presiden AS JD Vance mengatakan kepada wartawan pada hari Kamis bahwa AS tidak berencana mengadakan pembicaraan dengan Iran kecuali Teheran menghentikan serangan terhadap kapal komersial di Selat Hormuz.