IDXChannel - Nilai tukar rupiah ditutup melemah pada perdagangan Rabu (2/9/2026). Melansir Bloomberg, mata uang Garuda turun 19 poin atau 0,11 persen ke level Rp17.763 per USD.
Pengamat Pasar Uang dan Komoditas Ibrahim Assuaibi mengatakan, rupiah melemah di tengah data terbaru yang dirilis Badan. Pusat Statistik (BPS) di mana tercatat inflasi umum 0,21 persen atau meningkat dibandingkan dengan deflasi 0,14 persen pada bulan sebelumnya.
Sementara secara tahunan (YoY), BPS melaporkan inflasi umum mencapai 3,19 persen atau meningkat dibandingkan bulan sebelumnya sebesar 2,88 persen.
Kendati demikian, tekanan tersebut sebagian terimbangi oleh surplus perdagangan Juli 2026 setelah sebelumnya mencatatkan defisit selama dua bulan beruntun.
Indonesia mencatatkan ekspor Juli 2026 mencapai USD26,22 miliar atau naik 6,05 persen jika dibandingkan Juli 2025 (YoY). Nilai ekspor migas tercatat mencapai USD0,79 miliar atau turun 14,58 persen, sedangkan nilai ekspor nonmigas naik 6,84 persen dengan nilai pada Juli 2026 sebesar USD25,45 miliar.