IDXChannel - Pasar keuangan dan komoditas global diproyeksikan akan bergerak fluktuatif dalam sepekan ke depan.
Analis pasar uang dan komoditas, Ibrahim Assuaibi mengungkapkan bahwa pergerakan indeks dolar, minyak mentah dunia, hingga emas dan logam mulia akan sangat dipengaruhi oleh eskalasi geopolitik di Timur Tengah dan Eropa Timur, serta dinamika politik domestik di Amerika Serikat (AS).
Ibrahim mengatakan, posisi indeks dolar (USD) yang pada penutupan perdagangan terakhir berada di level 100,70, dalam satu minggu ke depan diperkirakan bergerak dalam rentang support di level 100,10 dan resistance di level 102,30.
Sementara itu, sektor komoditas energi diprediksi kembali mendidih. Minyak mentah jenis West Texas Intermediate (WTI) yang ditutup pada posisi USD82 per barel, diproyeksikan bergerak pada rentang USD70,20 sampai USD95 per barel sepekan ke depan. Untuk minyak mentah jenis Brent yang ditutup di level USD88,10, rentang pergerakannya diperkirakan berada di kisaran USD85 sampai USD100 per barel.
"Artinya kemungkinan besar harga minyak mentah baik WTI maupun Brent crude oil, kemungkinan besar akan kembali mengalami kenaikan yang cukup signifikan," kata Ibrahim dalam risetnya, Minggu (19/7/2026).