Faktor terakhir, di tengah ketidakpastian global, bank sentral di berbagai negara terus memupuk cadangan emas mereka.
Pada kuartal I-2026, bank sentral global mencatatkan peningkatan pembelian emas sebesar 17 persen dibandingkan kuartal sebelumnya, dengan kepemilikan cadangan mencapai 244 ton. Langkah ini diambil untuk menjaga stabilitas cadangan devisa jangka panjang, bukan untuk keuntungan jangka pendek.
Ibrahim juga menggarisbawahi kondisi pelemahan Rupiah yang diproyeksikan masih akan terus berlanjut.
Namun, pelemahan nilai tukar Rupiah ini justru akan menjadi faktor penahan yang menjaga agar harga logam mulia di pasar domestik tidak merosot terlalu dalam. (Wahyu Dwi Anggoro)