"Kemudian kalau seandainya naik, resisten kedua di Rp2.720.000 untuk logam mulia dalam sepekan itu diperdagangkan di Rp2.430.000 per gram sampai di Rp2.720.000 per gram," ujar Ibrahim.
Dengan demikian, dalam sepekan ke depan logam mulia domestik diperkirakan diperdagangkan pada rentang Rp2.430.000 per gram sampai Rp2.720.000 per gram, sementara emas dunia akan ditransaksikan di kisaran USD3.856 per troy ounce hingga USD4.149 per troy ounce.
Ibrahim membagi faktor fundamental penggerak pasar ke dalam empat klaster utama. Pertama, konflik di Timur Tengah kembali memanas setelah AS menyasar infrastruktur di Iran, yang dibalas secara masif oleh Iran ke pangkalan-pangkalan AS.
Blokade angkatan laut oleh AS terhadap pelabuhan Iran, serta aksi kelompok Houthi di Laut Merah dan potensi penutupan Selat Hormuz, memicu lonjakan biaya transportasi dan logistik global yang berujung pada ancaman inflasi.
Di Eropa Timur, serangan sporadis Rusia dan aksi Ukraina yang menyasar kilang minyak Rusia turut menipiskan suplai minyak global.