IDXChannel - Harga emas menguat pada perdagangan Jumat (17/7/2026), tetapi tetap membukukan penurunan mingguan terbesar dalam enam pekan.
Eskalasi konflik antara Amerika Serikat (AS) dan Iran mendorong lonjakan harga energi, memicu kekhawatiran inflasi, serta memperkuat ekspektasi kenaikan suku bunga AS.
Harga emas spot naik 1,02 persen menjadi USD4.017,11 per troy ounce. Meski demikian, logam mulia ini sempat menyentuh level terendah sejak 30 Juni pada awal sesi perdagangan dan tercatat melemah 2,648 persen sepanjang pekan.
Di sisi lain, dolar AS menguat untuk hari kedua berturut-turut, sehingga membuat emas yang dihargakan dalam dolar menjadi lebih mahal bagi pembeli di luar negeri.
"Faktor utama yang mendorong aksi jual emas adalah penguatan dolar AS dan meningkatnya kekhawatiran terhadap inflasi global, yang telah mendorong kenaikan suku bunga di berbagai negara," ujar Presiden World Markets EverBank Chris Gaffney.