Konflik di Timur Tengah kembali memanas setelah AS meningkatkan serangan udara terhadap Iran dengan menargetkan sejumlah jembatan dan bandara. Sebagai balasan, Teheran melancarkan serangan ke pangkalan militer AS di berbagai wilayah Timur Tengah.
Seiring meningkatnya ketegangan tersebut, harga minyak Brent melonjak sekitar 16 persen sepanjang pekan.
Sejak perang yang didukung AS terhadap Iran dimulai pada akhir Februari, harga emas telah turun sekitar 25 persen. Penurunan ini dipicu oleh ekspektasi bahwa lonjakan inflasi akibat perang dapat membuat suku bunga bertahan di level tinggi lebih lama.
Meski emas dikenal sebagai aset lindung nilai terhadap inflasi, kenaikan suku bunga umumnya menjadi sentimen negatif karena mengurangi daya tarik aset yang tidak memberikan imbal hasil tersebut.
"Data ekonomi terbaru telah menurunkan peluang kenaikan suku bunga pada pertemuan FOMC berikutnya. Namun, suku bunga global terus meningkat dan kenaikan harga minyak baru-baru ini dapat mendorong Federal Reserve mengambil sikap yang lebih hawkish terhadap kebijakan suku bunga AS," kata Gaffney.