IDXChannel - Pekan depan cukup krusial bagi Wall Street di mana musim laporan keuangan perusahaan AS semakin ramai dan berpotensi memengaruhi sentimen pasar.
Indeks S&P 500 ditutup melemah pada Jumat dan mencatat penurunan mingguan setelah terseret aksi jual tajam pada saham-saham semikonduktor yang sebelumnya mencatat reli besar. Meski begitu, indeks acuan tersebut masih menguat sekitar 9 persen sepanjang 2026 dan berada sekitar 2 persen di bawah rekor tertinggi awal Juni.
Meningkatnya ekspektasi terhadap pertumbuhan laba perusahaan tahun ini menjadi fondasi utama optimisme investor terhadap pasar saham.
Kini, investor berharap musim laporan keuangan kuartal II yang baru saja dimulai mampu menunjukkan bahwa mesin pertumbuhan laba perusahaan masih tetap kuat. Berdasarkan data LSEG IBES, laba perusahaan dalam indeks S&P 500 diproyeksikan melonjak 26 persen pada kuartal II.
“Berbagai berita utama terus memicu kecemasan dan membuat investor bertanya-tanya mengapa pasar masih mampu mencetak rekor tertinggi baru. Alasannya adalah karena fundamental ekonomi tetap tangguh dan kinerja laba perusahaan terus luar biasa,” kata Chief Investment Strategist di State Street Investment Management, Michael Arone, dilansir Reuters, Sabtu (18/7/2026).