Laporan keuangan Alphabet yang akan dirilis pada Rabu diperkirakan menjadi pusat perhatian Wall Street.
Induk Google itu merupakan perusahaan terbesar ketiga di AS berdasarkan kapitalisasi pasar, senilai sekitar USD4,2 triliun, sekaligus salah satu anggota kelompok saham “Magnificent Seven” yang menjadi motor utama kenaikan pasar saham AS selama hampir empat tahun terakhir.
Alphabet juga merupakan salah satu hyperscaler AI, yang menggelontorkan miliaran dolar untuk membangun pusat data dan infrastruktur AI. Belanja modal untuk AI tersebut menjadi pendorong utama reli pasar tahun ini, terutama bagi saham-saham semikonduktor dan perusahaan lain yang diuntungkan dari investasi besar-besaran tersebut.
Menurut Presiden sekaligus Chief Investment Officer Hennion & Walsh Asset Management, Kevin Mahn, apabila Alphabet mengumumkan pengurangan proyeksi belanja AI, dampaknya bisa meluas.
“Jika Alphabet mengumumkan adanya pengurangan belanja AI dibandingkan proyeksi sebelumnya, efeknya bisa menjalar ke seluruh ekosistem AI,” ujarnya.