Banyak investor memperkirakan konflik tersebut tidak akan berlangsung lama. Namun, mereka tetap khawatir ketegangan yang kembali meningkat dapat mendorong harga energi naik hingga mendekati level saat perang pertama kali pecah, sehingga memicu kembali kekhawatiran terhadap inflasi.
Hal itu menjadi perhatian khusus menjelang rapat Federal Reserve pada akhir Juli.
Berdasarkan harga kontrak berjangka Fed funds futures, pasar memperkirakan bank sentral AS akan menaikkan suku bunga dalam beberapa bulan ke depan guna menurunkan inflasi yang masih berada di atas target tahunan 2 persen.
Meski demikian, data inflasi konsumen (CPI) dan produsen (PPI) AS yang dirilis pekan ini menunjukkan angka yang lebih rendah dari perkiraan, sehingga meredakan sebagian kekhawatiran bahwa The Fed akan menaikkan suku bunga pada rapat bulan ini.
“Data makroekonomi menggambarkan perekonomian yang tetap stabil disertai adanya perbaikan tekanan inflasi,” kata Chief Investment Officer North Star Investment Managemen,
Eric Kuby.
(NIA DEVIYANA)