IDXChannel - Bursa saham Amerika Serikat (AS) dibuka koreksi pada perdagangan Selasa (2/6/2026), mencerminkan upaya reli untuk memecahkan rekor baru tertahan. Pelemahan saham Alphabet, induk usaha Google menjadi salah satu faktor yang menahan laju pasar.
Dilansir AP, indeks S&P 500 turun 0,1 persen sehari setelah mencetak rekor tertinggi baru sepanjang masa. Sementara itu, Dow Jones Industrial Average melemah 121 poin atau 0,2 persen, sedangkan Nasdaq Composite bergerak relatif datar.
Para analis menilai pasar berpotensi mengalami jeda setelah S&P 500 mencatat sembilan pekan kenaikan berturut-turut, yang merupakan reli terpanjang sejak 2023. Kenaikan pasar sebelumnya didorong oleh laporan laba perusahaan yang solid serta harapan tercapainya kesepakatan antara AS dan Iran terkait pembukaan kembali Selat Hormuz yang dapat memperlancar pasokan minyak dunia.
Alphabet menjadi salah satu pemberat terbesar setelah sahamnya turun 2,7 persen. Perusahaan mengumumkan rencana menghimpun dana sebesar USD80 miliar melalui penjualan saham untuk mendukung investasi besar-besaran di bidang kecerdasan buatan (AI).
Selain itu, Alphabet juga berencana menggelontorkan hingga USD190 miliar untuk belanja modal dan investasi lainnya sepanjang tahun ini. Nilai tersebut bahkan melampaui kapitalisasi pasar sejumlah perusahaan besar seperti Disney, Boeing, maupun AT&T.