sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Suahasil: Investasi SDM Jadi Kunci Optimalkan Bonus Demografi

Economics editor Anggie Ariesta
14/10/2026 03:00 WIB
Suahasil menegaskan pentingnya investasi jangka panjang pada kualitas SDM guna mengoptimalkan bonus demografi sekaligus mengantisipasi penuaan penduduk.
Suahasil: Investasi SDM Jadi Kunci Optimalkan Bonus Demografi. (Foto: Dok. Kemenkeu)
Suahasil: Investasi SDM Jadi Kunci Optimalkan Bonus Demografi. (Foto: Dok. Kemenkeu)

IDXChannel - Menteri Keuangan (Menkeu) Suahasil Nazara menegaskan pentingnya investasi jangka panjang pada kualitas sumber daya manusia (SDM) guna mengoptimalkan bonus demografi sekaligus mengantisipasi tantangan penuaan penduduk (aging population) di masa mendatang.

Hal tersebut disampaikan Suahasil dalam World Bank Group Closed-Door Ministerial Roundtable bertema “Transforming Demographic Transition into Human Capital Gains and Job Creation” di Bangkok, Thailand, Selasa (13/10/2026).

Suahasil mengungkapkan bahwa Indonesia tengah menghadapi transisi demografi yang signifikan. Jumlah penduduk Indonesia saat ini mencapai 284 juta jiwa dan diproyeksikan meningkat menjadi 325 juta jiwa dalam 20 tahun mendatang. 

Dengan kondisi tersebut, tantangan utama bukan terletak pada jumlah populasi, melainkan pada kualitas dan perubahan struktur penduduk yang harus diantisipasi melalui kebijakan pembangunan jangka panjang.

“Persoalannya bukan pada jumlah penduduk, melainkan kualitas penduduk. Kita tidak bisa hanya berharap kualitas tersebut akan meningkat dengan sendirinya. Kita harus berinvestasi untuk meningkatkannya,” ungkap Suahasil.

Lebih lanjut ia menjelaskan, saat ini Indonesia mengalami tren peningkatan urbanisasi dan perubahan kebutuhan masyarakat.

Di sisi lain, Indonesia juga mulai menghadapi fenomena aging population, di mana 12 persen penduduk telah berusia 60 tahun ke atas dan hampir 8 persen berusia 65 tahun ke atas.

Kondisi tersebut perlu diantisipasi agar Indonesia mampu memetik manfaat dari bonus demografi kedua (silver dividend) melalui peningkatan kualitas serta produktivitas penduduk sejak dini.

“Untuk memperoleh manfaat bonus demografi kedua (silver dividend), kita harus berinvestasi pada kualitas SDM jauh sebelum seseorang memasuki usia lanjut, bahkan sejak sebelum kelahiran, masa anak-anak, pendidikan, hingga memasuki dunia kerja,” ungkapnya.

Suahasil menekankan pentingnya alokasi investasi SDM saat ini meski dampaknya baru terasa dalam jangka panjang. Langkah antisipatif ini diperlukan agar tidak muncul risiko penuaan penduduk berproduktivitas rendah yang berpotensi membengkakkan belanja negara dan menekan penerimaan fiskal.

Di tengah keterbatasan anggaran, lanjutnya, pemerintah perlu menetapkan prioritas belanja secara cermat untuk menyeimbangkan kebutuhan masa kini dan jangka panjang. (Febrina Ratna Iskana)

Halaman : 1 2 3
Advertisement
Advertisement