Sementara bersama Gubernur JBIC, pembahasan difokuskan pada pembiayaan infrastruktur energi hijau, seperti proyek pengolahan sampah menjadi energi (waste-to-energy) di Legok Nangka, Jawa Barat, dan peluang kemitraan strategis dengan PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero).
Selain isu transisi energi, rangkaian pertemuan bilateral tersebut juga menyasar penguatan kemitraan investasi dan pembiayaan ekspor.
Bersama IFC dan Indonesia Eximbank (LPEI), pemerintah mendorong mobilisasi dana jangka panjang bagi pelaku usaha berorientasi ekspor di sektor manufaktur, pertanian, logistik, jasa, dan perikanan, serta perluasan pembiayaan UMKM melalui PNM, OTO Finance, dan Amartha.
IFC bahkan berencana memindahkan sejumlah posisi pimpinan senior dari Singapura ke Jakarta.
Sementara itu, dalam diskusi bersama Wakil Presiden World Bank Kawasan Asia Timur dan Pasifik Carlos Felipe Jaramillo serta Direktur World Bank untuk Indonesia dan Timor-Leste Carrie Turk, Suahasil menyoroti pentingnya menjaga kredibilitas fiskal di tengah tuntutan memacu pertumbuhan ekonomi.