AALI
8900
ABBA
232
ABDA
6025
ABMM
4650
ACES
625
ACST
210
ACST-R
0
ADES
7200
ADHI
800
ADMF
8525
ADMG
168
ADRO
4050
AGAR
302
AGII
2520
AGRO
640
AGRO-R
0
AGRS
102
AHAP
109
AIMS
250
AIMS-W
0
AISA
146
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1605
AKRA
1400
AKSI
324
ALDO
705
ALKA
294
ALMI
380
ALTO
177
Market Watch
Last updated : 2022/09/23 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
541.91
-0.84%
-4.57
IHSG
7178.58
-0.56%
-40.32
LQ45
1025.63
-0.68%
-7.01
HSI
17933.27
-1.18%
-214.68
N225
0.00
-100%
-27313.13
NYSE
0.00
-100%
-14236.60
Kurs
HKD/IDR 1,912
USD/IDR 15,030
Emas
805,406 / gram

Suku Bunga Tertinggi Selama 14 Tahun, Inggris Jatuh ke Jurang Resesi

ECONOMICS
Kunthi Fahmar Sandy
Jum'at, 23 September 2022 12:50 WIB
MPC memprediksi perekonomian Inggris akan menyusut pada periode Juli hingga September setelah sebelumnya mengalami kontraksi 0,1% pada kuartal kedua.
Suku Bunga Tertinggi Selama 14 Tahun, Inggris Jatuh ke Jurang Resesi (FOTO:MNC Media)
Suku Bunga Tertinggi Selama 14 Tahun, Inggris Jatuh ke Jurang Resesi (FOTO:MNC Media)


IDXChannel - Inggris dilaporkan telah memasuki resesi pasca kenaikan suku bunga tertinggi dalam 14 tahun terakhir, demi mengatasi tekanan inflasi. Hal ini disampaikan oleh Komite Kebijakan Moneter (MPC) Inggris.

Melansir Sindonews, Jumat (23/9/2022) Bank of England sebelumnya telah menaikkan suku bunga dasar sebesar 0,5 poin dengan persentase dari 1,75% menjadi 2,25% hal ini menjadi lonjakan suku bunga ketujuh kalinya secara beruntun yang dilakukan bank sentral.

Inflasi saat ini berada pada persentase 9,9% di level tertinggi yang pernah ada sejak 40 tahun terakhir. Kondisi ini diperparah dengan lonjakan tagihan energi yang memaksa warga Inggris untuk mengirit pengeluaran mereka.

"Biaya kebutuhan diperkirakan akan terus melambung pada bulan Oktober meskipun ada wacana Perdana Menteri Liz Truss untuk membatasi lonjakan harga gas dan listrik bagi sektor rumah tangga dan bisnis," seperti dikutip.

Biaya hipotek rumah tangga juga diperkirakan akan naik dimana warga Inggris harus membayar setidaknya 49 pounds lebih banyak selama sebulan. Sedangkan bagi yang menggunakan hipotek suku bunga variabel standar, akan mengalami peningkatan hingga 31 pounds.

MPC memprediksi perekonomian Inggris akan menyusut pada periode Juli hingga September setelah sebelumnya mengalami kontraksi 0,1% pada kuartal kedua.

Sementara inflasi diperkirakan akan mencapai hingga di bawah 11% pada bulan Oktober ini. Meski begitu inflasi saat ini sudah hampir lima kali lipat lebih besar dari target 2% Bank of England.

"Jika prospek menunjukkan tekanan inflasi yang lebih persisten, termasuk dari permintaan yang lebih kuat, Komite akan merespons dengan tegas, jika perlu," kata MPC.

Lebih lanjut, tiga anggota MPC bahkan mendorong kenaikan 0,75 poin lebih ketat untuk mengatasi inflasi yang semakin mengakar.


(Penulis Ribka C magang idxchannel)

(SAN)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD