IDXChannel - Bank Sentral Eropa (ECB) mencatat kerugian sebesar 1,25 miliar euro atau sekitar Rp24,75 triliun pada 2025.
Dilansir dari AFP pada Jumat (27/2/2026), ini merupakan kerugian tahunan yang ketiga secara berturut-turut.
Meski demikiian, angkanya jauh lebih rendah dibandingkan rekor kerugian tertinggi sebesar 7,9 miliar euro yang dicatat pada 2024.
Pada 2023, lembaga yang berbasis di Frankfurt, Jerman ini melaporkan kerugian tahunan pertamanya dalam hampir dua dekade. Hal ini dipicu oleh kenaikan suku bunga yang agresif untuk menekan lonjakan inflasi akibat perang antara Rusia dan Ukraina.
Selain mendorong kenaikan biaya pinjaman bagi rumah tangga dan perusahaan di 21 negara zona euro, kenaikan suku bunga tersebut juga membebani neraca ECB.