Bahlil mengatakan kebijakan pengendalian produksi tersebut kemudian berdampak terhadap harga batu bara. Dia menyebut harga batu bara kalori 6.300 sempat menembus USD140 per metrik ton.
"Begitu saya jaga dengan seperti itu, sekarang harga batu bara kalori 6.300 mencapai tembus USD140 per metric ton," katanya.
Menurut Bahlil, pemerintah juga harus memastikan kebijakan RKAB tidak hanya menguntungkan perusahaan tambang besar. Dia mengatakan pengurangan sebagian kuota perusahaan besar dilakukan agar terdapat ruang bagi pelaku usaha yang lebih kecil.
Dia mencontohkan adanya pemegang IUP yang baru mengajukan kuota produksi. Menurut Bahlil, perusahaan-perusahaan tersebut tetap perlu mendapat kesempatan sehingga kuota produksi tidak seluruhnya habis dialokasikan kepada perusahaan besar.
(NIA DEVIYANA)