AALI
8400
ABBA
590
ABDA
0
ABMM
1200
ACES
1290
ACST
248
ACST-R
0
ADES
2800
ADHI
905
ADMF
7700
ADMG
216
ADRO
1500
AGAR
356
AGII
1395
AGRO
2570
AGRO-R
0
AGRS
228
AHAP
70
AIMS
336
AIMS-W
0
AISA
202
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
590
AKRA
4130
AKSI
414
ALDO
730
ALKA
254
ALMI
238
ALTO
324
Market Watch
Last updated : 2021/09/24 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
460.94
0.12%
+0.54
IHSG
6144.82
0.03%
+2.10
LQ45
866.25
0.09%
+0.74
HSI
24192.16
-1.3%
-318.82
N225
30248.82
2.06%
+609.42
NYSE
0.00
-100%
-16352.18
Kurs
HKD/IDR 1,828
USD/IDR 14,245
Emas
803,749 / gram

Tekan Angka Kematian Covid-19, Luhut Minta Pemda Perketat Penggunaan Faskes

ECONOMICS
Azhfar Muhammad
Senin, 26 Juli 2021 19:19 WIB
Luhut menegaskan penggunaan fasilitas seperti oksigen liquid harus difokuskan untuk pasien covid yang dirawat secara intensif.
Luhut menegaskan penggunaan fasilitas seperti oksigen liquid harus difokuskan untuk pasien covid yang dirawat secara intensif. (Foto: MNC Media)

IDXChannel - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) sekaligus koordinator PPKM Jawa Bali Luhut Binsar Pandjaitan  telah mengimbau agar pemerintah daerah untuk memperketat penggunaan fasilitas kesehatan. Luhut menegaskan penggunaan fasilitas seperti oksigen liquid harus difokuskan untuk pasien covid yang dirawat secara intensif.

"Oksigen liquid difokuskan untuk perawatan intensif, sementara oksigen konsentrator diberikan untuk perawatan isolasi di rumah sakit, kemudian beberapa penambahan fasilitas di rumah sakit terutama untuk ruang ICU dan isolasi juga perlu ditambahkan,” kata Luhut melalui pernyataan tertulis yang diterima MNC News Portal Indonesia, Senin (26/7/2021).

Luhut menyampaikan hal tersebut dilakukan  untuk menekan laju penularan dan angka kematian, karena tidak mendapatkan perhatian khusus dan fasilitas yang memadai, khususnya pada warga yang memiliki penyakit komorbid. 

“Pemerintah daerah harus memastikan kepada warga yang tidak layak untuk melakukan isolasi mandiri agar dibawa ke lokasi isolasi terpusat, dan harus ada penguatan di hulu, kapasitas respon di sektor hilir,” katanya. 

Sehubungan dengan dukungan tersebut pihaknya meminta bantuan kepada Kemenkes dan diharapkan dapat membantu untuk ketersediaan  jumlah tenaga kesehatan. (TIA)

Rekomendasi Berita
Berita Terkait
link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD