AALI
9350
ABBA
278
ABDA
0
ABMM
2500
ACES
720
ACST
169
ACST-R
0
ADES
6175
ADHI
745
ADMF
8125
ADMG
173
ADRO
3140
AGAR
314
AGII
2340
AGRO
845
AGRO-R
0
AGRS
116
AHAP
83
AIMS
246
AIMS-W
0
AISA
151
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1545
AKRA
1180
AKSI
270
ALDO
775
ALKA
292
ALMI
0
ALTO
193
Market Watch
Last updated : 2022/08/10 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
536.47
-0.12%
-0.62
IHSG
7086.24
-0.23%
-16.64
LQ45
1007.80
-0.09%
-0.91
HSI
19610.84
-1.96%
-392.60
N225
27819.33
-0.65%
-180.63
NYSE
0.00
-100%
-15305.80
Kurs
HKD/IDR 195
USD/IDR 14,872
Emas
856,617 / gram

Tersangka KSP Indosurya Bebas dari Rutan, Korban Penipuan Siap Unjuk Rasa

ECONOMICS
Riezky Maulana
Sabtu, 25 Juni 2022 21:00 WIB
Korban kasus penipuan Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Indosurya Cipta berencana bakal melakukan aksi unjuk rasa imbas tersangka bebas dari rutan.
Tersangka KSP Indosurya Bebas dari Rutan, Korban Penipuan Siap Unjuk Rasa (Dok.MNC)
Tersangka KSP Indosurya Bebas dari Rutan, Korban Penipuan Siap Unjuk Rasa (Dok.MNC)

IDXChannel - Korban kasus penipuan Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Indosurya Cipta berencana bakal melakukan aksi unjuk rasa. Hal tersebut dilakukan menyusul bebasnya dua tersangka Henry Surya dan June Indria imbas masa tahanan selama 120 hari habis. 

Kuasa Hukum korban KSP Indosurya, Alvin Lim menjelaskan, sedikitnya bakal ada 2.000 korban yang melakukan  aksi untuk rasa pada Selasa (28/6/2022) mendatang. 

"Ini yang jadi kekhawatiran kami, makanya kita sekitar 2000an korban ini mau demo, saya udah dapat informasi itu (bebasnya tersangka)," ujar Alvin kepada wartawan, Sabtu (25/6/2022). 

Dikatakan Alvin, korban akan melakukan aksi tersebut di dua tempat, yaitu Mabes Polri dan Kejaksaan Agung (Kejagung). Menurut dia, aksi akan dimulai sekira pukul 11.00 WIB. 

"Selasa jam 11.00 WIB di Mabes, jam 13.00 di Kejagung. Jadi dari Mabes akan longmarch ke Kejaksaan Agung," jelasnya. 

Lebih jauh dikatakan Alvin, para korban terlebih dulu ke Mabes Polri guna memperoleh informasi terkait penanganan kasus yang menimpa mereka. Setelahnya baru beranjak menuju Kejagung. 

"Pertama ke Mabes dulu mau cari informasi, karena kan berkas ini masih di Mabes, makanya para korban mau nanya dulu, abis itu baru ke Kejagung, jadi diluar kota pada datang naik pesawat dari Surabaya, dari Ujung Pandang," ujarnya.

Alvin menuturkan alasan mengapa berkas perkara penyidik selalu dikembalikan pihak Kejagung. Sebab, berdasar petunjuk yang dikeluarkan jaksa, penyidik harus memeriksa seluruh korban. 

Menurut Alvin, korban daripada kasus ini kurang lebih ada sekitar 15.600 orang. Mereka tersebar di seluruh Indonesia.

"Ketika saya minta P19nya, jadi saya dapet dari Kejagung dikasih, nah saya baca petunjuk nomor 90, petunjuknya itu berisi seluruh korban di seluruh Indonesia wajib diperiksa, itu korban ada 15.600. Kalau semua korban diperiksa enggak bakal selesai tepat waktu," ucapnya.

Sebelumnya, Bareskrim Polri memastikan bahwa proses hukum kasus Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Indosurya Cipta tetap berjalan. Meskipun, dua tersangka, yakni Ketua KSP Indosurya Cipta Henry Surya dan Direktur Keuangan KSP Indosurya Cipta June Indria telah bebas dari rumah tahanan. 

Halaman : 1 2
link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD