Segmen Gending-Paiton dilengkapi dua Gerbang Tol (GT), yaitu GT Kraksaan dan GT Paiton. Masing-masing GT memiliki enam gardu, terdiri atas tiga gardu masuk dan tiga gardu keluar, termasuk satu gardu reversible. Meski gratis, pengguna tetap diwajibkan melakukan tapping kartu uang elektronik di gardu tol. Untuk perjalanan dari Gerbang Tol (GT) Kraksaan menuju GT Paiton atau sebaliknya, pengguna jalan tidak akan dikenakan tarif atau tarif nol rupiah.
"Sementara itu, pengguna jalan yang melakukan perjalanan menerus dari arah Surabaya maupun Malang menuju Jalan Tol Prosiwangi Segmen Gending–Paiton tetap dikenakan tarif Jalan Tol Trans Jawa hingga GT Gending pada Jalan Tol Pasuruan–Probolinggo," ujarnya.
Beroperasinya segmen Gending-Paiton juga memperkuat konektivitas dan memangkas waktu yang ditempuh antara Surabaya-Banyuwangi. Sebagai catatan waktu tempuh dari Probolinggo menuju Besuki sebelum ada tol mencapai 2 jam, melalui akses jalan tol tersebut dapat ditempuh sekitar 1 jam 15 menit.
Sementara itu, ketika nanti keseluruhan Jalan Tol Prosiwangi sepanjang 23,5 kilometer beroperasi secara penuh, perjalanan dari Probolinggo menuju Banyuwangi yang sebelumnya dapat mencapai sekitar 5 jam diproyeksikan menjadi sekitar 3 jam.
Ruas Jalan Tol Prosiwangi, khususnya di Segmen Gending-Paiton juga mendekatkan masyarakat ke sejumlah objek wisata. Dari Simpang Susun (SS) Paiton, pengguna dapat melanjutkan perjalanan menuju Pantai Duta, Pantai Bohay, Utama Raya Resort, dan Pantai Tampora. Sementara dari SS Kraksaan, pengguna dapat melanjutkan perjalanan menuju sejumlah destinasi di kawasan Probolinggo, seperti Ranu Agung, Ranu Segaran, Songa Rafting, dan Bremi Eco Park.