sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Usai Tahan Bunga, BI Andalkan Hedging dan Likuiditas Jaga Rupiah

Economics editor TIM RISET IDX CHANNEL
24/09/2026 09:29 WIB
BI diperkirakan terlebih dahulu menguji efektivitas berbagai instrumen non-suku bunga sebelum mengambil langkah pengetatan berikutnya.
Usai Tahan Bunga, BI Andalkan Hedging dan Likuiditas Jaga Rupiah. (Foto: Bank Indonesia)
Usai Tahan Bunga, BI Andalkan Hedging dan Likuiditas Jaga Rupiah. (Foto: Bank Indonesia)

Kondisi tersebut membuat stabilitas nilai tukar masih dapat menjadi jangkar kebijakan BI tanpa harus segera menaikkan suku bunga.

Hedging jadi instrumen utama

Salah satu sinyal paling jelas dari arah kebijakan BI terlihat dari penguatan insentif lindung nilai valuta asing.

BI menaikkan pengurangan premi swap valas dari 12,5 persen untuk seluruh tenor menjadi 15 persen untuk tenor tiga bulan, 20 persen untuk enam bulan, dan 25 persen untuk 12 bulan.

Pengurangan premi Domestic Non-Deliverable Forward (DNDF) juga dinaikkan dari 15 persen menjadi 25 persen untuk tenor enam bulan dan 30 persen untuk tenor 12 bulan.

Insentif tersebut berlaku untuk transaksi yang memenuhi kriteria, termasuk arus masuk portofolio, pendanaan eksternal perbankan, dan investasi asing langsung alias foreign direct investment (FDI).

Halaman : 1 2 3 4 5 6
Advertisement
Advertisement