Menurut Yuliot, konsep blended finance penting untuk menjembatani kesenjangan antara kelayakan proyek dan ekspektasi imbal hasil investor. Pemerintah memahami bahwa mengandalkan APBN saja tidak cukup untuk mencapai target kapasitas pembangkit energi baru terbarukan (EBT) yang ambisius. Kolaborasi erat antara pemerintah, BUMN, dan sektor swasta menjadi prasyarat penting untuk menciptakan ekosistem investasi yang sehat dan mengurangi risiko.
Selain tantangan finansial, Yuliot juga menekankan bahwa transisi energi merupakan upaya kolektif yang membutuhkan peran aktif dari berbagai pihak di luar pemerintah untuk menjaga daya saing.
"Ini tidak hanya dijalankan oleh pemerintah, tetapi bagaimana kolaborasi kita bersama untuk mewujudkan kelebihan energi, daya saing global dan juga keberlanjutan lingkungan," kata Yuliot.
(NIA DEVIYANA)