IDXChannel—Pusat perbelanjaan biasanya dipenuhi orang yang berburu kebutuhan dan hiburan. Namun, pemandangan berbeda terlihat di sejumlah mal di Dubai. Setiap pagi, langkah kaki para pelari menggantikan antrean pembeli yang belum berdatangan.
Sebagian berjalan santai, yang lainnya berlari mengejar target kebugaran. Pengalaman tidak biasa itu hadir melalui Dubai Mallathon.
Program ini kembali digelar untuk edisi kedua sejak pertengahan Juni hingga 15 September 2026. Selama periode tersebut, enam pusat perbelanjaan terbesar di Dubai berubah menjadi arena olahraga indoor.
Kegiatan berlangsung setiap hari pukul 06.00-10.00 pagi. Peserta dapat memilih rute sepanjang 2,5 kilometer, 5 kilometer, atau 10 kilometer. Pilihan jarak itu disesuaikan dengan kemampuan dan tingkat kebugaran masing-masing.
Menariknya, kegiatan ini terbuka tanpa biaya dan tanpa pendaftaran. Pengunjung cukup datang ke lokasi yang berpartisipasi. Setelah itu, mereka mengambil gelang peserta sebelum memulai aktivitas.
Karena itu, siapa pun dapat ikut berjalan kaki, jogging, atau berlari. Konsep sederhana tersebut membuat olahraga terasa lebih dekat dan mudah dijangkau.
Kegiatan berlangsung di Dubai Mall, Mall of the Emirates, Mirdif City Centre, Dubai Festival City Mall, Deira City Centre, dan Dubai Hills Mall. Selain lintasan lari, tersedia sesi pemanasan bersama pelatih profesional.
Penyelenggara juga menghadirkan sesi khusus bagi perempuan, lansia, dan penyandang disabilitas. Dengan demikian, seluruh kelompok masyarakat dapat berpartisipasi secara nyaman. Pendekatan inklusif menjadi salah satu daya tarik utama program ini.
Putra Mahkota Dubai, Wakil Perdana Menteri, sekaligus Menteri Pertahanan Uni Emirat Arab, Sheikh Hamdan bin Mohammed bin Rashid Al Maktoum, menekankan pentingnya kesehatan.
"Kesehatan dan kualitas hidup adalah fondasi masyarakat maju," ujarnya dalam keterangan resmi, dikutip Jumat (10/7/2026).
Pernyataan itu sejalan dengan capaian tahun lalu. Pada edisi perdana, lebih dari 40.000 peserta ambil bagian. Bahkan, ajang tersebut mencetak Guinness World Records sebagai lomba lari dalam pusat perbelanjaan dengan peserta terbanyak di dunia.
Peserta program tahun ini memperoleh gelang Dubai Mallathon dengan sejumlah manfaat tambahan. Gelang tersebut memberikan akses ke berbagai penawaran di kafe, restoran, dan gerai ritel tertentu.
Di samping itu, tersedia hadiah berdasarkan tingkat kehadiran selama program berlangsung. Meski demikian, fokus utama kegiatan tetap pada upaya membangun kebiasaan hidup aktif. Ruang publik sehari-hari pun dimanfaatkan untuk mendorong aktivitas fisik
(Nadya Kurnia)