"Yang terbanyak dari luar negeri itu dari Eropa, Prancis, Inggris, Spanyol, Belanda, China, sama Malaysia, kalau yang lokal tidak begitu banyak," ungkap dia kembali.
Dwi berharap banyaknya turis mancanegara dari Eropa yang datang ke Tumpak Sewu akan mendatangkan lebih banyak wisatawan di kemudian hari. Sebab, setiap pengunjung pasti akan memotret suasana air terjun dan mengunggahnya di media sosial masing-masing.
"Harapannya tidak hanya saat Bromo ditutup saja, tapi ke depan lebih banyak lagi yang datang, kan, dengan adanya mereka secara tidak langsung membantu promosi kita di luar negeri melalui media sosial mereka," paparnya.
Di sisi lain, Ahnaf Lentera Jagad salah satu pemandu wisata di Malang menyebut, angka kunjungan wisatawan mancanegara di Malang raya memang ramai meskipun Gunung Bromo, yang jadi destinasi wisata tengah tutup akibat kebakaran hutan.
Ia harus menjelaskan, ke wisatawan asing itu agar menghindari kunjungan ke Gunung Bromo, karena alasan keselamatan.