AALI
9800
ABBA
0
ABDA
0
ABMM
785
ACES
1485
ACST
300
ACST-R
0
ADES
1685
ADHI
1105
ADMF
8175
ADMG
165
ADRO
1180
AGAR
436
AGII
1100
AGRO
995
AGRO-R
0
AGRS
308
AHAP
73
AIMS
366
AIMS-W
0
AISA
296
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
488
AKRA
3120
AKSI
800
ALDO
795
ALKA
244
ALMI
244
ALTO
324
Market Watch
Last updated : 2021/04/21 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
475.19
-1.04%
-5.00
IHSG
5993.24
-0.75%
-45.08
LQ45
892.79
-1.08%
-9.77
HSI
28621.92
-1.76%
-513.81
N225
28508.55
-2.03%
-591.83
NYSE
0.00
-100%
-16107.56
Kurs
HKD/IDR 1,867
USD/IDR 14,505
Emas
832,144 / gram

Kalahkan New York, Kini Beijing Gudangnya Miliarder

ECOTAINMENT
Anto Kurniawan/Sindonews
Jum'at, 09 April 2021 07:29 WIB
Beijing saat ini telah menjelma menjadi rumah bagi lebih banyak miliarder daripada kota lain di dunia,
Kalahkan New York, Kini Beijing Gudangnya Miliarder (FTOO:MNC Media)

IDXChannel - Tidak ada kota lain dimanapun di dunia ini yang mampu mengalahkan Beijing soal urusan jumlah miliarder.

Beijing saat ini telah menjelma menjadi rumah bagi lebih banyak miliarder daripada kota lain di dunia, menurut daftar tahunan orang terkaya versi Forbes yang terbaru.

Seperti dilansir BBC, jumlah miliarder di Ibukota China itu pada tahun lalu bertambah 33 orang. Kini Beijing menjadi rumah bagi 100 orang miliarder, seperti disampaikan majalah bisnis Forbes. Beijing mengalahkan New York, dimana 99 orang miliar yang menempati kota itu dan telah memegang peringkat teratas selama tujuh tahun terakhir.

Penanganan cepat China terhadap pandemi Covid-19, kebangkitan perusahaan teknologi dan pasar sahamnya membantunya mendapatkan posisi teratas. Meskipun Beijing sekarang memiliki lebih banyak miliarder daripada Big Apple, tapi kekayaan bersih gabungan miliarder di New York City tetap lebih besar dibandingkan Beijing yakni sebesar USD80 miliar.

Orang terkaya Beijing adalah Zhang Yiming, pendiri aplikasi berbagi video TikTok dan kepala eksekutif perusahaan induknya ByteDance. Kekayaan bersih Zhang Yiming tercatat telah meningkat dua kali lipat menjadi USD35,6 miliar. Sebaliknya, penduduk terkaya di New York yakni mantan Walikota Michael Bloomberg, yang memiliki kekayaan senilai USD59 miliar.

Booming E-commerce China

China bersama dengan AS, telah melihat raksasa teknologinya menjadi lebih besar selama pandemi karena lebih banyak orang berbelanja online dan mencari sumber hiburan. Kondisi ini berdampak terhadap kekayaan pribadi bagi para pendiri dan pemegang saham para titan teknologi ini.

China, dari segi jumlah miliarder termasuk Hong Kong dan Makau dalam hitungan Forbes, menambahkan lebih banyak miliarder ke dalam daftar daripada negara lain secara global, dengan 210 pendatang baru. Setengah dari miliarder baru China menghasilkan kekayaan mereka dari usaha manufaktur atau teknologi.

Termasuk miliarder wanita Kate Wang, yang menghasilkan lebih banyak uang dari rokok elektrik. Dengan jumlah 698 miliarder, China mendekati AS yang masih memimpin dengan 724 miliarder.

Satu Miliarder setiap 17 Jam

Rekor 493 pendatang baru miliarder bergabung dengan daftar secara global tahun lalu, dengan rata-rata ada satu miliarder baru setiap 17 jam, menurut Forbes. India memiliki jumlah miliarder tertinggi ketiga, dengan 140 orang. Secara total, 1.149 miliarder dari Asia Pasifik mengantongi kekayaan sebesar USD4,7 Triliun, dibandingkan dengan miliarder AS yakni USD4,4 Triliun.

Jeff Bezos, pendiri dan kepala eksekutif Amazon, tetap menjadi orang terkaya di dunia untuk tahun keempat secara berturut-turut. Kekayaan bersihnya tumbuh sebesar USD64 Miliar menjadi USD177 Miliar tahun lalu.
(SANDY)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD