IDXChannel - Nike mengungkapkan rencana pemutusan hubungan kerja (PHK) massal setelah melaporkan penurunan laba dan penjualan triwulanan.
Dilansir dari AFP pada Jumat (2/10/2026), Nike melaporkan penurunan laba sebesar dua persen menjadi USD712 juta (Rp12,7 triliun) pada kuartal pertama tahun fiskal 2027.
Sementara itu, pendapatan turun empat persen menjadi USD11,2 miliar (Rp200 triliun) untuk kuartal yang berakhir pada 31 Agustus tersebut.
"Kami membangun Nike untuk jangka panjang," kata CEO Nike Elliot Hill selama konferensi pers.
Selain Amerika Utara, di mana pendapatan tumbuh dua persen, Nike mengalami penurunan di setiap wilayah lainnya.
Raksasa olahraga itu mengalami penurunan yang sangat besar di China Raya. Di wilayah tersebut, pendapatan turun 22 persen menjadi USD1,2 miliar.
Hill kembali bergabung dengan Nike sebagai CEO pada Oktober 2024. Perusahaan berupaya melakukan perubahan setelah menjalankan sejumlah strategi yang keliru dalam beberapa tahun ke belakang.
Nike sempat memprioritaskan penjualan langsung melalui platform online. Namun, hal itu membuat produk perusahaan terpinggirkan di toko-toko.
Hill mengatakan kepada analis bahwa perusahaan telah membuat kemajuan sejak kembalinya dia, tetapi perubahan yang lebih dalam diperlukan setelah tinjauan komprehensif.
"Kita harus melakukan perubahan untuk menjadi perusahaan yang lebih gesit, efisien, dan berfokus pada atlet," katanya dalam pesan kepada karyawan.
Pergeseran ini akan memangkas sejumlah posisi di seluruh Nike, dan saya mengakui bahwa berita seperti ini menciptakan ketidakpastian," kata Hill.
Saham Nike anjlok 7,1 persen dalam perdagangan setelah jam kerja. (Wahyu Dwi Anggoro)