AALI
9725
ABBA
394
ABDA
0
ABMM
1420
ACES
1220
ACST
232
ACST-R
0
ADES
3000
ADHI
1025
ADMF
7725
ADMG
198
ADRO
1815
AGAR
330
AGII
1505
AGRO
1925
AGRO-R
0
AGRS
176
AHAP
81
AIMS
456
AIMS-W
0
AISA
206
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
920
AKRA
4190
AKSI
424
ALDO
1035
ALKA
244
ALMI
250
ALTO
272
Market Watch
Last updated : 2021/12/03 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
501.87
-1.3%
-6.63
IHSG
6538.51
-0.69%
-45.31
LQ45
938.93
-1.11%
-10.56
HSI
23766.69
-0.09%
-22.24
N225
28029.57
1%
+276.20
NYSE
0.00
-100%
-16133.89
Kurs
HKD/IDR 1,845
USD/IDR 14,395
Emas
819,409 / gram

Produsen Smartphone Gencar Produksi Chipset Sendiri, Apa Plus Minusnya? 

ECOTAINMENT
Intan Rakhmayanti Dewi
Jum'at, 22 Oktober 2021 15:27 WIB
Terkait makin banyak produsen smartphone yang memilih untuk memproduksi prosesor mereka sendiri, berikut plus minusnya.
Produsen Smartphone Gencar Produksi Chipset Sendiri, Apa Plus Minusnya?  (Dok.MNC Media)
Produsen Smartphone Gencar Produksi Chipset Sendiri, Apa Plus Minusnya?  (Dok.MNC Media)

IDXChannel - Belakangan beberapa produsen smartphone memilih untuk memproduksi prosesor mereka sendiri. Melihat fenomena ini, ada sisi baik dan buruk bagi para produsen.

Menurut Eric Tseng seorang analis utama di Isaiah Research, langkah pembuat smartphone untuk menggunakan prosesor mereka sendiri memiliki risiko.

Chipset yang diproduksi, kata Tseng, bisa jadi tidak berkinerja seandal penawaran standar dari pemasok yang sudah lama berkecimpung di industri chipset. 

"Itulah mengapa kami tidak melihat banyak pemain berani menggunakan prosesor seluler mereka sendiri, dan mengapa kebanyakan dari mereka mulai mengembangkan chip pemrosesan sinyal gambar terlebih dahulu," ujarnya dikutip dari Nikkei Asia, Jumat (22/10/2021).

Namun di sisi lain, bagi sebagian besar pembuat smartphone, memiliki prosesor seluler mereka sendiri membawa dua manfaat.

Analis dari Counterpoint Brady Wangm menyebutkan dua manfaat utama membuat chip sendiri adalah diferensiasi dan kontrol rantai pasokan yang lebih baik.

"Jika semua orang menggunakan chipset Qualcomm untuk ponsel andalan, maka sangat sulit untuk mengklaim bahwa Anda memiliki kinerja dan produk yang unik," tuturnya.

"Sementara itu, Anda harus bersaing untuk alokasi chip dan sumber daya dengan pesaing Anda selama masa kekurangan, dan tidak memiliki visibilitas langsung dari rantai pasokan chip," sambung Wang.

Namun ia melihat beberapa upaya pembuatan chip internal telah membuahkan hasil, seperti misalnya Apple, Huawei dan Samsung.

Walaupun demikian, tetap ada hambatan dan perlu adanya upaya berkelanjutan dari tim produsen smartphone yang membuat chipset sendiri.

"Seperti halnya integrasi sistem yang rumit. Biaya juga meningkat seiring kemajuan teknologi pembuatan chip." ungkap Wang.

(IND) 

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD